INFOTERKINI.ID - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara tegas menyatakan bahwa upaya membandingkan pembangunan antara Kalimantan Barat dengan Jawa Barat adalah hal yang keliru. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan signifikan dalam aspek luas wilayah hingga kapasitas fiskal kedua provinsi tersebut.
Penegasan ini disampaikan oleh Krisantus Kurniawan saat menghadiri forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan di Kabupaten Sintang. Momen ini dipilih untuk meluruskan narasi yang belakangan ramai beredar di ranah media sosial.
Isu perbandingan ini muncul sebagai respons terhadap berbagai unggahan di media sosial yang kerap menyamakan kondisi infrastruktur antara kedua provinsi tersebut. Perbandingan yang dilakukan dinilai tidak relevan oleh pemerintah daerah setempat.
"Pembangunan di Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat, terutama dari sisi luas wilayah dan kekuatan fiskal," tegas Krisantus Kurniawan, dilansir dari JABARONLINE.COM.
Pernyataan ini menggarisbawahi tantangan struktural yang dihadapi Kalimantan Barat dalam upaya pemerataan pembangunan dibandingkan dengan provinsi yang memiliki kepadatan penduduk dan basis ekonomi berbeda. Faktor geografis dan sumber daya keuangan menjadi pembeda utama.
Musrenbang di Sintang menjadi forum strategis bagi pemerintah provinsi untuk menyampaikan narasi pembangunan yang kontekstual sesuai kondisi riil di lapangan. Fokus utama adalah bagaimana mengoptimalkan potensi daerah dengan keterbatasan yang ada.
Mengenai respons dari tokoh publik lain, Dedi Mulyadi dikabarkan menanggapi isu perbandingan antar wilayah tersebut dengan sikap yang santai. Meskipun demikian, fokus utama pernyataan Wagub adalah pada aspek teknis fiskal dan geografis.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya pemahaman publik mengenai perbedaan fundamental ini agar proyeksi pembangunan dapat dinilai secara adil dan proporsional. Perencanaan harus mengakomodasi karakteristik unik masing-masing wilayah.