Indonesia kembali menorehkan tinta emas dalam performa ekonomi internasional pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan neraca perdagangan barang nasional tetap konsisten berada di jalur positif. Keberhasilan ini menandai ketangguhan ekonomi domestik dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berubah.

Berdasarkan laporan resmi tersebut, nilai surplus perdagangan yang berhasil diraih pada Januari 2026 mencapai US$950 juta. Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa aktivitas ekspor Indonesia masih jauh lebih kuat dibandingkan dengan nilai impor. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain aktif yang kompetitif dalam rantai pasok dunia.

Prestasi gemilang ini memperpanjang catatan surplus perdagangan Indonesia menjadi 69 bulan secara berturut-turut. Tren positif yang tak terputus ini pertama kali dimulai sejak Mei 2020 silam di tengah tantangan ekonomi global yang berat. Konsistensi selama lebih dari lima tahun tersebut mencerminkan stabilitas fundamental ekonomi makro tanah air yang kian solid.

Meskipun tetap mencatatkan angka hijau, performa di bulan pertama tahun 2026 ini sebenarnya mengalami sedikit perlambatan. Jika dibandingkan dengan Desember 2025, angka surplus kali ini terlihat mengalami penyusutan yang cukup signifikan bagi kas negara. Sebagai informasi, pada penutupan tahun lalu, Indonesia mampu meraup surplus hingga menyentuh angka US$2,51 miliar.

Sektor nonmigas tetap menjadi tulang punggung utama dalam menyokong neraca perdagangan nasional agar tidak terperosok ke zona merah. Kelompok komoditas unggulan ini berhasil menyumbangkan surplus yang sangat besar, yakni senilai US$3,22 miliar. Kinerja apik dari produk-produk manufaktur dan komoditas nonmigas mampu menutupi defisit di sektor lainnya secara efektif.

Stabilitas ekspor nonmigas menjadi tumpuan yang sangat krusial di tengah fluktuasi harga komoditas dunia yang tidak menentu. Para pelaku usaha terus berupaya menjaga volume pengiriman barang ke berbagai negara tujuan utama meskipun kondisi pasar sedang dinamis. Upaya diversifikasi produk dan pasar ekspor mulai menunjukkan hasil yang nyata pada laporan keuangan awal tahun ini.

Capaian awal tahun ini memberikan optimisme bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menatap sisa tahun 2026 dengan lebih percaya diri. Meskipun terdapat penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, tren surplus 69 bulan menjadi modal berharga bagi ketahanan ekonomi nasional. Ke depan, penguatan sektor hilirisasi diharapkan mampu terus mendongkrak nilai tambah ekspor Indonesia secara berkelanjutan.

Sumber: Portal7

https://portal7.co.id/post/bertahan-69-bulan-surplus-dagang-ri-januari-2026-capai-us-950-juta