JABARONLINE.COM - Ribuan warga Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Desa pada Senin (29/12/2025). Massa menuntut kejelasan dan percepatan pencairan kompensasi dampak penutupan sementara aktivitas pertambangan yang diputuskan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang hingga saat ini belum diterima warga desa tersebut.

Aksi massa yang berlangsung di halaman kantor desa tersebut dilaporkan terjadi secara spontan. Warga mengaku kecewa dan kesal lantaran janji kompensasi dari Pemprov Jabar belum juga direalisasikan, sementara sejumlah desa lain di sekitar Cipinang dilaporkan sudah lebih dulu menerima pencairan dana tersebut.

“Sebenarnya aksi ini spontan, karena kompensasi atas penutupan pertambangan belum juga kami terima. Padahal desa-desa sebelah sudah cair,” ujar Oiy, salah seorang warga Desa Cipinang, saat ditemui di lokasi demonstrasi.

Warga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memberikan kepastian terkait jadwal pencairan kompensasi. Menurut mereka, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit pasca penutupan tambang.

“Kami hanya minta penegasan, kapan cair dan apa kendalanya. Jangan hanya janji-janji, karena kami butuh makan di tengah ekonomi yang sulit,” tambah Oiy, mewakili tuntutan para demonstran.

Di tengah padatnya massa, Staf Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Cipinang, Novi, berupaya memberikan penjelasan. Novi menjelaskan bahwa pihak desa telah menyelesaikan tugas administratif yang diperlukan.

“Untuk formulir bank yang sebelumnya diisi warga, semuanya sudah kami serahkan ke pihak bank. Informasi terakhir yang kami terima, saat ini masih dalam tahap proses pencairan,” jelas Novi di hadapan warga.

Penundaan pencairan kompensasi dampak penutupan tambang ini dilaporkan tidak hanya dialami oleh warga Desa Cipinang. Sejumlah desa lain di kecamatan berbeda juga mengalami hal serupa, di antaranya Desa Rengasjajar, Desa Bangunjaya, dan Desa Argapura, yang hingga kini masih menunggu realisasi pencairan dana tersebut.***