INFOTERKINI.ID - Pemerintah Republik Indonesia terus mengintensifkan upaya digitalisasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk memastikan ketepatan sasaran dan kemudahan akses bagi masyarakat. Mulai periode April 2026, proses verifikasi status penerima bantuan menjadi lebih terpusat dan dapat diakses secara daring.

Inisiatif ini bertujuan menghilangkan birokrasi tatap muka yang sebelumnya diperlukan, seperti mengunjungi kantor kelurahan atau dinas sosial setempat. Informasi krusial mengenai kelayakan penerimaan kini terangkum dalam sistem digital Kementerian Sosial RI.

Masyarakat diimbau untuk secara rutin melakukan pengecekan mandiri guna memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP mereka terdaftar sebagai penerima bansos yang valid. Data penerima bantuan sosial bersifat dinamis dan tunduk pada pemutakhiran berkala oleh pemerintah.

Proses pengecekan status bantuan sosial secara daring ini dirancang untuk dapat diakses dengan mudah melalui perangkat telepon pintar dari mana saja. Hal ini sejalan dengan upaya percepatan digitalisasi layanan publik yang sedang digalakkan pemerintah.

Salah satu konsep penting yang menjadi dasar penentuan penerima adalah sistem desil, yaitu pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Sistem ini membagi masyarakat menjadi sepuluh tingkatan klasifikasi berdasarkan data yang terintegrasi.

"Semakin kecil angka desil, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan ekonomi seseorang," demikian penjelasan mengenai kriteria yang digunakan dalam sistem klasifikasi tersebut. Penentuan desil ini menjadi parameter utama dalam mengalokasikan berbagai program bantuan sosial yang ada.

Data desil ini tidak bersifat statis, melainkan mengalami perubahan seiring dengan pembaruan data yang dilakukan secara periodik oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut kemudian disinkronkan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk akurasi.

Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk proaktif memeriksa status desil mereka secara berkala agar selaras dengan pembaruan data ekonomi terkini yang berlaku. Pengecekan yang rutin memastikan masyarakat tidak terlewat jika terjadi perubahan status kelayakan.

Terdapat dua jalur utama yang disediakan pemerintah untuk memverifikasi status penerima bansos sekaligus memahami kelompok desil masing-masing, yaitu melalui situs web resmi Kementerian Sosial dan aplikasi spesifik. Kedua platform ini menawarkan kecepatan dan efisiensi tinggi dalam proses verifikasi.