Kondisi hidrologi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini sedang berada dalam pantauan ketat pihak berwenang. Curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan volume air di Bendung Lekopancing mengalami kenaikan signifikan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi luapan air yang mungkin terjadi.

Berdasarkan laporan terbaru pada Selasa (24/2/2026) pagi, Bendung Lekopancing resmi ditetapkan masuk dalam kategori status waspada. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) mencatat adanya tren peningkatan debit air sejak dini hari. Kondisi ini dipicu oleh intensitas hujan ringan yang berlangsung secara terus-menerus di area hulu.

Data dari Posko Induk BBWS-PJ menunjukkan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) saat ini telah menyentuh angka 90 centimeter. Pengukuran yang dilakukan tepat pada pukul 08.00 Wita memperlihatkan posisi air berada tepat di atas mercu bendung. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa daya tampung bendungan mulai mendekati batas optimal untuk kategori normal.

Sistem peringatan dini di Bendung Lekopancing sebenarnya memiliki empat klasifikasi utama yang menjadi acuan petugas di lapangan. Level normal ditetapkan apabila ketinggian air berada pada kisaran 0 hingga 50 centimeter saja. Namun, saat ini status telah dinaikkan karena air sudah melampaui batas atas kategori normal tersebut.

Penetapan status waspada dilakukan secara otomatis ketika ketinggian air menyentuh rentang angka 50 sampai 100 centimeter. Jika volume air terus bertambah hingga mencapai 100 hingga 200 centimeter, maka status akan berubah menjadi siaga. Kategori tertinggi yaitu status awas baru akan diberlakukan apabila ketinggian air melampaui ambang 200 centimeter.

Situasi saat ini memerlukan pengawasan ekstra ketat dari tim teknis untuk mengantisipasi potensi luapan air ke pemukiman sekitar. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan berkala setiap jam guna melaporkan perkembangan kondisi hidrologi terkini. Langkah-langkah mitigasi awal juga mulai dipersiapkan untuk meminimalisir dampak buruk bagi masyarakat luas.

Meskipun saat ini baru menyentuh level waspada, kesiapsiagaan seluruh elemen terkait menjadi kunci utama dalam menghadapi anomali cuaca. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi dari kanal resmi pemerintah mengenai kondisi bendungan dan cuaca. Koordinasi antara instansi terkait diharapkan dapat berjalan lancar demi menjaga keselamatan warga di Kabupaten Maros.