INFOTERKINI.ID - Las Palmas sukses mengamankan kemenangan krusial 1-0 saat melawat ke markas Granada dalam lanjutan kompetisi LaLiga Hypermotion pada Kamis, 2 April 2026. Hasil ini disambut positif oleh kubu tim tamu, yang menunjukkan peningkatan performa signifikan.
Pelatih kepala Las Palmas, Luis García Fernández, menyatakan optimisme tinggi terhadap kinerja anak asuhnya dalam pertandingan tersebut. Ia merasa bahwa timnya tampil lebih superior dan pantas meraih tiga poin penuh di laga yang berlangsung sengit itu.
García Fernández secara khusus menyoroti efektivitas timnya yang meningkat tajam dibandingkan pertemuan sebelumnya melawan Eibar. Pada laga kontra Eibar, Las Palmas banyak menciptakan peluang namun gagal mengkonversi menjadi gol.
Kini, sebuah gol tunggal yang tercipta di awal babak kedua terbukti sudah cukup untuk mengunci kemenangan tandang mereka. Informasi mengenai apresiasi pelatih ini disampaikan melalui media tintaamarilla.es.
Menurut pandangan sang pelatih, timnya berhasil meredam tekanan tinggi yang dilancarkan oleh Granada sepanjang pertandingan. Tekanan dari tuan rumah sempat menyulitkan Las Palmas dalam upaya membangun ritme serangan yang stabil.
Ia juga menekankan pentingnya mentalitas bertanding bagi para pemainnya agar selalu menunjukkan keberanian dan berjuang maksimal di setiap momen laga. Gol penentu kemenangan tercipta melalui aksi Taisei Miyashiro pada menit ke-48, memanfaatkan situasi sepak pojok.
Miyashiro mampu memanfaatkan peluang dari jarak dekat dengan kaki kanannya, mengubah skor menjadi 1-0 dan menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam duel tersebut. Selain itu, García Fernández memberikan pujian khusus kepada beberapa pemain pengganti yang masuk ke lapangan.
"Iker Bravo dinilai bermain baik dalam menghadapi duel-duel sulit, sementara Viera memberikan energi, penguasaan bola, serta ketenangan," ujar Luis García Fernández. Ia juga menyebut Jhony dan Jesé berperan krusial dalam membantu penguatan lini pertahanan tim.
Sayangnya, kemenangan ini sedikit ternoda oleh insiden cedera yang menimpa gelandang Enzo Loiodice. Sang pelatih menduga bahwa Loiodice mengalami keseleo dan berharap agar cederanya tidak tergolong serius.