Insiden mematikan akibat bahan peledak kembali mengguncang wilayah Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu sore yang tenang. Sebuah ledakan hebat yang bersumber dari bubuk petasan menghancurkan sebuah rumah warga dan memicu kepanikan luar biasa. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa seorang remaja di lokasi kejadian sementara dua rekannya menderita luka bakar serius.

Peristiwa kelam tersebut tepatnya terjadi di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Korban meninggal dunia merupakan seorang pelajar kelas 3 SMP berinisial R yang saat itu sedang merakit bahan berbahaya. Selain itu, dua pemuda lainnya yakni AH (20) dan HN (23) harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.

AH dilaporkan mengalami luka bakar yang cukup parah mencapai 26 persen pada bagian tubuhnya. Sementara itu, korban HN menderita luka bakar sebesar 16 persen akibat sambaran api dari ledakan tersebut. Kondisi rumah yang menjadi titik nol ledakan terpantau hancur berantakan dengan kepulan asap putih yang sempat menyelimuti seluruh area sekitar pemukiman.

Ipda John Anderson Batara Aryasena, Pamapta I Polres Ponorogo, mengonfirmasi bahwa pemicu ledakan tersebut adalah serbuk petasan. Berdasarkan hasil olah TKP Unit Ident Polres Ponorogo, kejadian ini dinyatakan murni sebagai kecelakaan akibat ledakan bahan peledak. "Hasil olah TKP Unit Ident Polres Ponorogo dan pemeriksaan luar tim medis menyatakan kejadian tersebut murni akibat ledakan petasan," tegas Ipda John.

Pihak kepolisian juga menemukan indikasi lain yang memperparah situasi saat para korban sedang meracik bahan peledak tersebut. Diduga kuat para pemuda ini berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat melakukan aktivitas yang sangat berisiko tinggi tersebut. Penemuan dua botol minuman keras jenis arak jowo di lokasi kejadian memperkuat dugaan adanya kelalaian fatal akibat mabuk.

Dahsyatnya suara dentuman terdengar sangat keras hingga radius ratusan meter dari pusat ledakan di Desa Plosojenar. Warga sekitar yang terkejut langsung berhamburan keluar rumah untuk memastikan sumber suara yang menggetarkan kaca bangunan tersebut. Mereka mendapati bangunan rumah sudah dalam kondisi rusak parah akibat kekuatan tekanan udara dari serbuk maut tersebut.

Kasus ini kini sedang ditangani lebih lanjut oleh pihak berwajib untuk memastikan tidak ada bahan peledak sisa yang tertimbun reruntuhan. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya bermain dengan bahan petasan, terutama jika dibarengi dengan konsumsi alkohol. Pihak kepolisian terus menghimbau warga agar menjauhi aktivitas ilegal yang dapat mengancam keselamatan nyawa.

Sumber: Portal7

https://portal7.co.id/post/petaka-serbuk-maut-di-ponorogo-satu-remaja-tewas-dua-rekannya-luka-bakar