Kondisi cuaca di Sulawesi Selatan diprediksi akan mengalami dinamika yang cukup signifikan pada pertengahan pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar secara resmi telah mengeluarkan peringatan dini untuk Rabu, 25 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi.
Mengawali hari pada Rabu pagi, intensitas hujan dengan skala sedang diprediksi mulai mengguyur sejumlah wilayah strategis. Wilayah yang terdampak meliputi Kota Makassar, Kabupaten Barru, Gowa, hingga Maros. Selain itu, daerah seperti Luwu, Pinrang, dan Takalar juga tidak luput dari ancaman guyuran hujan serupa.
Sementara itu, beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan diprakirakan masih dalam kondisi yang relatif lebih aman. BMKG menyebutkan bahwa daerah-daerah tersebut hanya akan mengalami hujan dengan intensitas ringan di awal hari. Namun, situasi ini dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan pergerakan awan hujan yang dinamis.
Memasuki waktu siang hingga sore hari, potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan meluas ke lebih banyak kabupaten dan kota. Sebanyak 15 wilayah di Sulawesi Selatan kini masuk dalam daftar siaga hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Fenomena alam ini dipicu oleh perubahan atmosfer yang memengaruhi pola curah hujan di wilayah tersebut.
Daftar wilayah yang perlu waspada mencakup pusat-pusat keramaian seperti Makassar, Pangkep, serta Parepare. Luwu Utara juga menjadi salah satu titik fokus perhatian karena potensi hujan lebat yang diprediksi terjadi serentak. Peningkatan intensitas ini menuntut kesiapan infrastruktur dan kesiagaan masyarakat setempat dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi.
Pihak BMKG menekankan bahwa fenomena cuaca ini memerlukan perhatian ekstra bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan. Pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati karena jarak pandang dan kondisi jalanan yang licin dapat membahayakan keselamatan. Penyiapan perlengkapan pelindung diri dan pemantauan informasi cuaca secara berkala sangat direkomendasikan.
Masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi terkini melalui kanal resmi yang disediakan oleh BMKG. Langkah antisipasi dini menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak negatif dari potensi hujan lebat ini. Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan aktivitas warga tetap dapat berjalan lancar meskipun cuaca sedang tidak bersahabat.