INFOTERKINI.ID - Pertandingan pekan Liga MX Clausura 2026 antara Chivas Guadalajara dan Pumas UNAM, yang berlangsung pada Minggu, 5 April 2026, diwarnai oleh sebuah insiden yang memicu kontroversi besar. Momen krusial tersebut melibatkan pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain Pumas, Rodrigo López, terhadap Rubén "Oso" González di Estadio Akron.
Insiden ini segera menjadi perbincangan utama di kalangan pengamat sepak bola, terutama setelah munculnya analisis dari pakar yang memiliki latar belakang mumpuni. Salah satu tokoh yang angkat bicara adalah Fernando Guerrero, mantan wasit berlisensi FIFA dan analis untuk TUDN.
Guerrero secara terbuka menyatakan bahwa keputusan wasit utama, José Peñuelas, untuk tidak mengeluarkan kartu merah kepada Rodrigo López adalah sebuah kesalahan fatal dalam pengambilan keputusan. Menurut pandangannya, pelanggaran tersebut sudah memenuhi unsur-unsur yang mengarah pada pengusiran langsung dari lapangan.
"Keputusan untuk mengusir Rodrigo López seharusnya sudah sangat jelas," ujar Fernando Guerrero, menyoroti kontak fisik yang terjadi sebelum bola tersentuh. Ia menekankan bahwa kontak awal dengan lawan sebelum menguasai bola adalah indikator utama pelanggaran serius.
Kritik tajam juga diarahkan kepada tim Video Assistant Referee (VAR) yang dinilai gagal berfungsi sebagaimana mestinya dalam pertandingan tersebut. Guerrero kecewa karena VAR tidak merekomendasikan tinjauan ulang (review) atas insiden yang sangat jelas tersebut.
Guerrero mendasarkan analisisnya pada regulasi resmi permainan, khususnya Regula 12, yang mengatur tentang pelanggaran kasar dan konsekuensi sanksi yang harus dijatuhkan. Aturan tersebut jelas menggarisbawahi kewajiban pengusiran untuk tindakan yang dikategorikan sebagai permainan kasar serius.
Poin krusial lainnya yang ditekankan adalah lokasi benturan fisik, yaitu terjadi di area atas pergelangan kaki lawan. "Ketika terjadi benturan pada pemain lawan sebelum bola tersentuh, maka hal ini secara otomatis masuk dalam kategori pelanggaran serius yang diatur dalam statuta," kata Fernando Guerrero.
Keberadaan Rodrigo López di lapangan selama sisa pertandingan memberikan keuntungan taktis signifikan bagi Pumas UNAM, tim yang saat itu diasuh oleh Efraín Juárez. Dengan tetap utuh sebelas pemain, Pumas mampu mempertahankan keunggulan numerik hingga akhir laga.
Perdebatan mengenai keputusan wasit ini menambah panjang daftar isu mengenai kualitas arbitrase di Liga MX, khususnya pada musim Clausura 2026. Kasus ini diprediksi akan terus menjadi bahan diskusi mengenai standar penegakan aturan di kompetisi tersebut.