JABARONLINE.COM - Potensi gempa besar di zona subduksi Selat Sunda kembali memunculkan kekhawatiran serius bagi wilayah pesisir selatan Jawa Barat. 

Kabupaten Sukabumi, khususnya kawasan Palabuhanratu, dinilai berada dalam posisi rawan jika skenario gempa besar disertai tsunami benar- benar terjadi.

Sejumlah kajian kebencanaan menunjukkan bahwa wilayah Palabuhanratu yang berada di kawasan teluk memiliki tingkat paparan tinggi terhadap ancaman tsunami. 

Lebih dari separuh wilayah kelurahan setempat diproyeksikan masuk zona terdampak, dengan waktu tiba gelombang laut diperkirakan kurang dari setengah jam sejak gempa utama terjadi.

Kondisi ini memicu dorongan agar pemerintah daerah tidak lagi menunda pembangunan infrastruktur penyelamatan, terutama jalur evakuasi darat yang berada di luar lintasan pesisir.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, menilai kebutuhan jalur alternatif sudah bersifat mendesak. 

Ia meminta agar pembangunan ruas penghubung wilayah Cisolok-Cikakak-Palabuhanratu melalui jalur utara segera direalisasikan dan masuk prioritas anggaran tahun 2026.

Menurut Junajah, rencana pembangunan jalur tersebut sebenarnya telah lama disiapkan secara teknis, termasuk perencanaan trase dan koordinat. 

Namun, berbagai faktor membuat proyek itu tak kunjung terealisasi, salah satunya pengalihan anggaran saat masa penanganan pandemi beberapa tahun lalu.