JABARONLINE.COM, Gaza Utara — Serangan pesawat tak berawak (drone) Israel dilaporkan menewaskan dua anak yang tengah mengumpulkan kayu bakar di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, Gaza utara. Insiden tersebut disebut sebagai pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di wilayah Palestina.

Sumber medis di Gaza pada Sabtu(24/1) menyatakan, kedua korban berasal dari keluarga yang sama. Serangan itu menghantam warga sipil yang sedang mencari kayu bakar di sekitar area rumah sakit, di tengah kondisi kemanusiaan yang kian memburuk akibat keterbatasan pasokan kebutuhan dasar.

Krisis Bahan Bakar dan Cuaca Dingin Memperparah Kondisi Warga

Sanksi Baru AS: Armada Bayangan Iran Disebut Angkut Minyak Ratusan Juta Dolar

Kelangkaan bahan bakar yang parah memaksa banyak warga Palestina mencari sumber energi alternatif, termasuk kayu bakar, untuk bertahan hidup. 

Kondisi ini terjadi saat suhu malam di Gaza dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan turun hingga sekitar 10 derajat Celcius.

Banyak warga kini tinggal di tenda-tenda darurat dengan perlindungan minim dari angin kencang dan hujan. 

Sebagian besar tempat berlindung hanya terbuat dari kanvas tipis dan lembaran plastik, membuat kelompok rentan seperti anak-anak dan bayi menghadapi risiko tinggi.

Bantuan Kemanusiaan Disebut Masih Terbatas

Israel seperti dilansir aljazeera.com juga disebut masih memblokir atau membatasi masuknya bantuan penting, seperti tenda, rumah mobil, maupun bahan perbaikan tempat tinggal darurat.