JABARONLINE.COM - Dugaan keracunan massal usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan eskalasi cepat dalam hitungan jam. Berdasarkan catatan medis, jumlah pasien meningkat tajam sejak sore hingga malam hari, Rabu, 28 Januari 2026.
Pada pukul 16.00 WIB, Puskesmas Simpenan menerima empat orang pasien dengan keluhan serupa. Selang tiga jam kemudian, tepat pukul 19.00 WIB, jumlah korban bertambah menjadi sepuluh orang. Hingga pukul 21.00 WIB, total pasien yang tercatat dan menjalani penanganan medis mencapai 16 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan darurat langsung dijalankan sejak laporan pertama diterima.
“Setiap pasien yang datang langsung dilakukan triase oleh tim Puskesmas. Setelah itu dipilah sesuai tingkat keparahan dan dilakukan tindakan penyelamatan nyawa. Ini adalah prinsip utama dalam penanganan kasus kesehatan seperti dugaan keracunan makanan,” ujar Masykur.
Ia menjelaskan, seluruh tenaga medis Puskesmas Simpenan disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang datang bertahap hingga malam hari.
“Penanganan awal dilakukan di Puskesmas. Pasien distabilisasi terlebih dahulu, dan jika hasil penilaian dokter mengharuskan rujukan, kami sudah menyiapkan rumah sakit rujukan,” katanya.
Dinas Kesehatan juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan lanjutan. RSUD Palabuhanratu telah dihubungi dan dinyatakan siap menerima pasien rujukan kapan pun dibutuhkan.
“Kami fokus pada penanganan cepat. Status Kejadian Luar Biasa belum kami tetapkan, tetapi langkah antisipatif sudah dilakukan karena potensi pasien tambahan masih ada,” jelasnya.
Sebagai langkah darurat, Dinkes Kabupaten Sukabumi turut melibatkan unsur lintas sektor.