JABARONLINE.COM - Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Simpenan membuat debit Sungai Cidadap melonjak tajam pada Rabu (17/12/2025). Kondisi tersebut memicu situasi darurat di Kampung Cisarua, Desa Cidadap, setelah jalur penghubung utama ke permukiman warga ambruk diterjang banjir.

Menanggapi kondisi itu, tim penyelamat lintas instansi langsung diterjunkan. Personel Basarnas, satuan Brimob, kepolisian, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, serta relawan bersatu melakukan upaya penyelamatan terhadap warga yang terjebak tanpa akses darat.

Medan yang dihadapi tergolong ekstrem. Aliran sungai yang berubah menjadi deras dan keruh memaksa petugas menggunakan perahu karet untuk menyeberang. Setiap perjalanan melintasi sungai harus diperhitungkan dengan matang karena arus berpotensi menyeret perahu dalam hitungan detik.

Untuk meminimalisir risiko, tim SAR menerapkan sistem pengamanan berlapis. Perahu yang membawa petugas dan warga dikendalikan dengan bantuan tali pengaman yang dipasang dari kedua sisi sungai. Metode ini menjadi penopang utama ketika arus tiba-tiba meningkat atau perahu kehilangan kendali.

Koordinasi lapangan dipimpin langsung oleh Basarnas Sukabumi. Seluruh pergerakan perahu dilakukan secara bergantian, memastikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia mendapat prioritas utama dalam proses pemindahan.

Kondisi permukiman di tepi Sungai Cidadap memperlihatkan ancaman serius. Longsoran tanah telah mendekati bangunan warga, bahkan beberapa rumah mengalami kerusakan parah akibat kikisan air yang terus menggerus bagian bawah pondasi. Situasi ini membuat kawasan tersebut tidak lagi layak dihuni sementara waktu.

Redaksi Peristiwa

Kerja Tim Gabungan Selamatkan Dua Buruh yang Terhimpit Bangunan di Kebontarum

Upaya penyelamatan berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya puluhan warga berhasil dipindahkan ke wilayah yang lebih aman di seberang sungai. Data sementara mencatat 38 orang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa dan langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Meski demikian, tidak semua warga bersedia meninggalkan kampungnya. Dua orang memilih tetap bertahan di area terdampak dengan alasan menjaga ternak dan mengamankan barang milik warga lain yang telah mengungsi. Petugas telah memberikan imbauan dan pemantauan khusus terhadap keduanya.

Saat ini, warga yang dievakuasi ditempatkan di lokasi penampungan sementara sambil menunggu perkembangan kondisi sungai. Tim gabungan masih bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah hulu masih tinggi.***