JABARONLINE.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono meresmikan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang di Kabupaten Karawang. Pabrik senilai Rp600 miliar ini menjadi tonggak sejarah sebagai fasilitas produksi NPK berbasis nitrat pertama di Indonesia, yang diproyeksikan mampu menekan angka impor pupuk nasional dan memperkuat ketahanan pangan.

Wamentan RI Sudaryono mengungkapkan bahwa kebutuhan pupuk nasional saat ini mencapai 450 ribu ton per tahun, yang selama ini mayoritas dipenuhi melalui impor. Pabrik baru yang berdiri di atas lahan 5 hektare ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun.

"Presiden Prabowo telah menyetujui pembangunan dan revitalisasi pabrik pupuk di tujuh titik di Jawa dan Sumatera hingga 2029. Saya minta target pembangunan 21 bulan ini ditepati karena kebutuhan produksi dalam negeri sudah sangat mendesak," ujar Sudaryono saat groundbreaking, Selasa.

Ia memastikan, hasil produksi dari pabrik ini nantinya akan disubsidi oleh pemerintah. Tujuannya agar petani dapat membeli langsung pupuk dengan harga terjangkau tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Dukungan untuk Petani dan Lahan Pertanian

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, mengapresiasi langkah strategis pembangunan pabrik ini. Menurutnya, subsidi pupuk adalah instrumen vital untuk menekan biaya produksi dan menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian.

"Pemerintah wajib hadir bagi petani. Selain subsidi pupuk, kita harus menjamin harga jual gabah yang menguntungkan dan ketersediaan lahan," kata Dedi Mulyadi.

KDM juga menekankan bahwa menjaga eksistensi lahan sawah adalah upaya mitigasi bencana jangka panjang. Ia mendorong PT Pupuk Kujang untuk terus mengembangkan pupuk organik guna memulihkan unsur hara tanah di Jawa Barat.

"Petani bukan hanya memproduksi pangan, tetapi juga mampu mengendalikan wilayah dari bencana. Kami juga berharap ada integrasi dengan pupuk organik agar kualitas tanah tetap terjaga," tambahnya.