JABARONLINE.COM - Isu pencemaran pantai kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah di Bali dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah beberapa waktu lalu. Di saat sorotan tertuju pada destinasi wisata kelas dunia, kondisi memprihatinkan juga tampak di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Pantai Talanca yang berada di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Sabtu (7/2/2026), kembali tertutup berbagai jenis limbah. Garis pantai yang seharusnya menampilkan panorama alam justru dipenuhi kayu besar, botol plastik, hingga potongan kain yang diduga berasal dari aktivitas industri.

Hamparan sampah tersebut menciptakan pemandangan kontras dengan keindahan Teluk Palabuhanratu. Di antara tumpukan limbah, terlihat pula perahu hancur yang terdampar, di tengah tumpukan sampah.

Pantai ini bukan pertama kali menghadapi kondisi serupa. Dalam beberapa tahun terakhir, Talanca kerap menjadi titik akhir kiriman sampah yang terbawa arus sungai menuju laut sebelum akhirnya kembali ke daratan. Bahkan, pada 2023 kawasan tersebut sempat ramai diperbincangkan karena volume sampah yang sangat besar.

Berbagai upaya pembersihan pernah dilakukan, mulai dari keterlibatan aparat gabungan hingga gerakan komunitas lingkungan. Namun, kondisi terbaru menunjukkan bahwa penanganan di area pantai saja belum mampu menghentikan siklus datangnya limbah.

Diduga, material kayu dan potongan kain terbawa aliran Sungai Cimandiri serta Cibutun saat debit air meningkat. Arus laut kemudian menahan sampah di perairan sebelum mendorongnya kembali ke pesisir.

warga-pesisir-leni-liawati-fokus-dorong-perbaikan-jalan-hingga-pertanian" class="baca-juga-card">
Redaksi Sukabumi

Serap Keluhan Warga Pesisir, Leni Liawati Fokus Dorong Perbaikan Jalan hingga Pertanian

Bagi masyarakat sekitar, situasi ini bukan lagi hal mengejutkan. Jarim (70), warga yang tinggal tak jauh dari pantai, menilai masalah tersebut akan terus berulang jika pengawasan di wilayah hulu tidak diperketat.

“Setiap tahun seperti ini. Mau dibersihkan berkali-kali juga percuma kalau sumbernya masih dibiarkan,” katanya.

Ia menjelaskan, air pasang dan musim hujan kerap membawa kiriman baru hanya beberapa jam setelah pantai dirapikan.