INFOTERKINI.ID - Tim Nasional Futsal Indonesia berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Piala AFF Futsal 2026 setelah menaklukkan Malaysia dalam laga ketat. Kemenangan krusial tersebut diraih dengan skor akhir tipis 1-0 dalam duel yang diselenggarakan di Nonthaburi Hall pada hari Selasa, 7 April 2026.
Meskipun meraih hasil positif, pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan bahwa ia belum sepenuhnya puas terhadap performa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya selama pertandingan berlangsung. Evaluasi mendalam menjadi fokus utama pelatih asal Spanyol tersebut menjelang babak penentuan.
Dalam sesi temu media yang diadakan menjelang bergulirnya ASEAN Futsal Championship 2026, Souto secara spesifik menyoroti adanya ketidakselarasan antar pemain dalam situasi-situasi genting. Ia menduga bahwa faktor kelelahan bisa jadi memengaruhi koordinasi tim di lapangan.
Bayern Munich Kokoh di Puncak Klasemen Bundesliga Usai Pekan Ke-28, Tantangan Eropa Menanti
Pelatih berusia asal Spanyol itu juga mencatat bahwa Malaysia menurunkan skuat muda yang tampil dengan semangat juang sangat tinggi dan motivasi besar untuk unjuk gigi. Hal ini menambah tingkat kesulitan bagi skuat Garuda dalam mengontrol jalannya laga.
Souto memberikan kritik tajam terhadap pengambilan keputusan pemain pada menit-menit akhir pertandingan, meskipun Indonesia unggul dalam penguasaan bola. Ia sangat menyayangkan hilangnya kendali permainan saat waktu tersisa kurang dari satu menit, yang hampir berakibat fatal.
"Ini adalah pelajaran untuk semua futsal Indonesia—itu adalah 38 detik menuju akhir pertandingan," tegas Hector Souto mengenai momen krusial tersebut.
Ia melanjutkan penekanan pentingnya kecerdasan dalam mengelola waktu sisa pertandingan bagi perkembangan futsal nasional. Souto berharap para pemain profesional dapat menunjukkan kedewasaan taktis yang lebih matang di laga-laga mendatang.
"Kita menguasai bola dan kita malah memutuskan untuk menembak, memberikan bola kepada lawan dan kita tidak mengontrol permainan. Kita harus bermain lebih pintar di menit terakhir. Jaga penguasaan bola, coba hindari masalah, dan coba hindari transisi," jelas Souto mengenai kesalahan manajemen waktu yang terjadi.
Meski demikian, Souto mengapresiasi upaya keras timnya yang berhasil menetralisir strategi bola lambung yang diterapkan oleh Malaysia sepanjang pertandingan. Kemenangan ini memastikan langkah Indonesia ke fase gugur turnamen bergengsi ini.