JABARONLINE.COM – Aparat kepolisian di Pos Pengamanan Terpadu Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan aksi cepat tanggap setelah berhasil membantu proses persalinan darurat seorang ibu hamil pada Rabu pagi. Bayi laki-laki berhasil dilahirkan dengan selamat setelah ambulans yang membawanya terhenti di pos pengamanan karena kondisi pasien yang memburuk.
Peristiwa kemanusiaan ini bermula ketika sebuah ambulans desa yang berasal dari wilayah Wangun Jaya, Kecamatan Ciambar, tiba-tiba berhenti di Pos Pam. Pasien, seorang perempuan berusia 21 tahun, diketahui sudah memasuki fase akhir persalinan. Kondisi ini membuat perjalanan menuju rumah sakit rujukan dinilai sudah tidak memungkinkan dan berisiko tinggi.
Petugas Pos Pam Terpadu yang saat itu bertugas langsung mengambil tindakan cepat. Mereka memanfaatkan fasilitas yang tersedia di pos dan segera berkoordinasi dengan tenaga medis, termasuk bidan yang siaga, untuk melakukan penanganan di tempat.
Warga Cluster Virginia Kota Wisata Cibubur Protes Proyek Gedung 7 Lantai, Minta Dihentikan
Kepala Pos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda, AKP Erman, S.H., menjelaskan bahwa situasi darurat tersebut menuntut keputusan yang cepat demi keselamatan ibu dan bayi.
“Begitu kami melihat kondisi pasien sudah tidak memungkinkan untuk dibawa lebih jauh, seluruh personel langsung bergerak cepat membantu. Proses persalinan pun kami lakukan di lokasi dengan pengamanan ketat,” jelas AKP Erman.
Berkat kesigapan personel dan dukungan dari tenaga medis, proses persalinan berjalan aman dan lancar. Bayi laki-laki berhasil dilahirkan dalam keadaan sehat. Setelah persalinan selesai, ibu dan bayi segera dievakuasi ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan dan observasi medis.
Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres Sukabumi IPTU Aah Saepul Rohman menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah cepat yang diambil jajarannya di lapangan.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Di luar tugas pengamanan, anggota juga dituntut peka terhadap situasi darurat dan mengutamakan keselamatan warga,” ujar IPTU Aah.
Menurutnya, keberadaan pos pengamanan, khususnya di jalur tol, tidak semata difungsikan untuk pengaturan lalu lintas, tetapi juga sebagai titik layanan darurat yang siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan.***