INFOTERKINI.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menggelar pertemuan besar yang menghadirkan sekitar 800 pejabat tinggi negara di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada hari Rabu. Pertemuan ini melibatkan jajaran menteri, pejabat eselon I dari kementerian/lembaga, petinggi TNI, Polri, Kejaksaan Agung, serta direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, ini diselenggarakan dalam format Rapat Kerja Pemerintah (RKP) yang bertujuan untuk memberikan evaluasi dan arahan strategis dari Kepala Negara kepada seluruh jajaran eksekutif. Momen ini menjadi kesempatan bagi Presiden untuk menyuntikkan optimisme kepada para birokrat yang telah bekerja kurang lebih satu setengah tahun di bawah kepemimpinannya.
"Maksud dan tujuan rapat kerja ini adalah kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan, bisa dikatakan satu tahun lebih kita menjalankan mandat kita sebagai mandataris rakyat sejak Oktober 2024," ujar Presiden Prabowo di hadapan para pejabat negara yang hadir. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus utama rapat, yaitu penegasan arah kebijakan pemerintah.
Strategi Jitu Pemerintah Prabowo Amankan Biaya Haji 2026 di Tengah Guncangan Harga Avtur Global
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas jalannya pemerintahan selama periode tersebut, menekankan bahwa arah pembangunan negara telah berhasil dikendalikan dengan baik. "Alhamdulillah, pemerintah kita di mana saudara-saudara adalah bagian dari pemerintahan yang saya pimpin sudah 1,5 tahun, alhamdulillah kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita," sambungnya.
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian geopolitik, Presiden menilai pemerintah telah menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menyoroti kemampuan pemerintah untuk melewati situasi-situasi sulit yang berpotensi membahayakan stabilitas nasional.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan efektivitas kinerja kabinetnya selama satu setengah tahun terakhir. "Kita dapat menavigasi, melalui hal-hal yang berbahaya, tetapi 1,5 tahun ini, alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita handal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik," kata Prabowo.
Presiden Prabowo juga mengklaim bahwa capaian positif pemerintah ini didukung oleh bukti-bukti nyata yang dapat diukur secara matematis dan terlihat secara fisik di lapangan. Klaim ini menunjukkan bahwa evaluasi kinerja tidak hanya bersifat naratif, melainkan berbasis data dan implementasi konkret.
Dalam taklimatnya yang berlangsung selama 20 menit pertama, Presiden Prabowo juga mengingatkan jajaran birokrat tentang potensi ancaman yang masih membayangi Indonesia. Ancaman tersebut mencakup isu-isu mendasar seperti potensi krisis pangan, krisis energi, dan krisis air yang kini dihadapi banyak negara.
Selain isu sumber daya alam, Kepala Negara secara spesifik menyoroti ancaman baru yang muncul dari kemajuan teknologi, terutama terkait disinformasi. Presiden secara khusus menekankan bahaya berita bohong serta konten yang dimanipulasi menggunakan kecerdasan buatan (AI), seperti teknologi deepfake.