JABARONLINE.COM - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia dalam sebuah acara yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.
Program Sekolah Rakyat dicanangkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, serta dirancang khusus sebagai upaya memotong rantai kemiskinan.
Dalam laporannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa inisiatif Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo. Sejak mulai beroperasi pada Juli tahun lalu, program ini telah menjangkau 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan,” ujar Mensos.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua elemen bangsa yang telah bekerja keras mewujudkan program pendidikan ini. Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai langkah terobosan dan langkah berani yang telah diambil oleh pemerintah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, dari semua K/L, semua lembaga, semua elemen yang telah bekerja mewujudkan suatu langkah, menurut saya ini langkah terobosan, langkah berani,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan rasa harunya melihat dampak dari upaya kolektif tersebut. “Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini. Dan saya terus terang saja cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita,” tambahnya.
Rangkaian acara peresmian di Banjarbaru diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan penampilan para siswa Sekolah Rakyat yang menunjukkan kemampuan mereka, termasuk persembahan baris-berbaris formasi yang tertata rapi dan penuh semangat.
Momen tersebut juga diisi dengan penayangan video bertajuk “Manifesto Sekolah Rakyat” yang menggambarkan semangat dan cita-cita pendidikan yang menjadi fondasi program tersebut. Para siswa kemudian menampilkan pertunjukan teatrikal yang merefleksikan perjalanan dan harapan mereka dalam membentuk masa depan anak-anak Indonesia.