INFOTERKINI.ID - Penunjukan Roberto De Zerbi sebagai manajer baru Tottenham Hotspur pada Minggu, 13 April 2026, telah mengguncang jagat sepak bola Inggris. Keputusan ini diambil menyusul pemecatan Igor Tudor setelah rentetan hasil buruk yang menempatkan Spurs di zona degradasi.

Mayoritas pendukung klub menyambut positif kedatangan pelatih asal Italia tersebut, dengan ekspektasi tinggi untuk mengangkat performa tim yang sedang terpuruk. Stabilitas di kursi kepelatihan dianggap krusial oleh para penggemar setelah periode transisi yang kurang memuaskan.

Pergantian pucuk pimpinan ini akan segera diuji dalam laga krusial melawan Sunderland di Stadium of Light, yang akan menjadi debut resmi De Zerbi. Sebelumnya, Tottenham menelan kekalahan telak 3-0 dari Nottingham Forest yang menjadi pemicu utama pemecatan Tudor.

Dilansir dari Roker Report pada Sabtu (12/4/2026), data menunjukkan bahwa sekitar 80 hingga 85 persen basis penggemar menyatakan kepuasan atas keputusan klub dalam menunjuk pelatih permanen. Hal ini mengindikasikan dukungan kuat terhadap arah baru yang diambil manajemen.

Namun, kedatangan De Zerbi tidak sepenuhnya mulus karena sebagian kecil pendukung masih menyuarakan skeptisisme. Kekhawatiran utama muncul terkait komentar masa lalu De Zerbi saat masih menangani Marseille, di mana ia dinilai membela Mason Greenwood.

Beberapa penggemar mengungkapkan kekecewaan mendalam atas pandangan De Zerbi mengenai Greenwood, yang dianggap telah disalahartikan oleh media. "Beberapa di antaranya menyuarakan kekecewaan atas komentarnya di masa lalu saat masih melatih Marseille, yang dinilai membela Mason Greenwood," demikian tercatat dalam laporan tersebut.

Isu sensitif ini bahkan mendorong beberapa suporter menyatakan sikap untuk tidak lagi memberikan dukungan kepada tim selama De Zerbi menjabat sebagai pelatih kepala. Menanggapi hal ini, De Zerbi telah menyampaikan permintaan maaf resmi dalam wawancara pertamanya dengan klub, yang disampaikan dalam bahasa Italia.

Sebelumnya, masa kepemimpinan Thomas Frank di Tottenham juga menghadapi hambatan signifikan setelah awal yang menjanjikan. Kegagalan mempertahankan momentum ditandai dengan cedera pemain kunci seperti Maddison dan kegagalan merekrut target seperti Eze serta Gibbs-White.

Manajemen klub turut menuai kritik tajam atas ketidakmampuan mereka memperkuat skuad secara memadai pada bursa transfer Januari lalu. Kritikus menilai kelalaian ini secara langsung membahayakan posisi Spurs di Premier League musim depan.