JABARONLINE.COM, Washington, D.C. — Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dengan menargetkan jaringan kapal yang disebut sebagai “armada bayangan” (shadow fleet). Armada ini dituding digunakan Teheran untuk mendukung ekspor minyak sekaligus menghasilkan dana yang diduga dipakai untuk menekan aksi protes di dalam negeri.

Dalam pernyataan resmi pada Jumat, (23/01), pemerintah AS menyebut sanksi tersebut menyasar sembilan kapal beserta pemilik atau perusahaan pengelola masing-masing. 

Washington mengaitkan langkah itu dengan tindakan keras aparat Iran terhadap demonstrasi warga yang berujung korban jiwa.

Drone Israel Tewaskan Dua Anak di Gaza Utara Saat Cari Kayu Bakar Dekat RS Kamal Adwan

Menurut pihak AS, armada tersebut secara kolektif telah mengangkut minyak mentah dan produk petroleum Iran senilai ratusan juta dolar ke pasar luar negeri. Pendapatan dari aktivitas ini dituding dialihkan untuk mendanai berbagai kepentingan, termasuk proksi bersenjata di kawasan, program persenjataan, hingga layanan keamanan.

Mengutip Al-Jazeera Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan sanksi ini menargetkan salah satu sumber utama pendanaan yang disebut digunakan Iran untuk menekan rakyatnya sendiri.

“Langkah ini menyasar komponen penting dari cara Iran menghasilkan dana yang digunakan untuk menindas rakyatnya sendiri,” ujar Bessent.

Ia menambahkan, Departemen Keuangan AS akan terus melacak aliran dana yang menurut Washington “dicuri rezim” dan berupaya dikirimkan ke bank-bank di luar Iran.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan sanksi tersebut ditujukan untuk membatasi kemampuan Iran dalam membiayai penindasan terhadap warga serta aktivitas internasional yang dianggap merugikan.

Di sisi lain, jumlah korban dalam gelombang demonstrasi masih menjadi perdebatan.