JABARONLINE.COM – Inovasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat, TAPAL DESA (Data Potensi Digital Desa), berhasil meraih predikat juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 kategori Perangkat Daerah Provinsi. Inovasi ini juga masuk dalam jajaran Top 6 inovasi terbaik yang berkompetisi tahun ini.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan pada Malam Anugerah Wira Dharma Jawa Barat Tahun 2025, yang digelar bersamaan dengan pagelaran drama musikal Rahvayana Kala Cinta Dijabar di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Selasa (30/12/2025). Piagam dan trofi diterima langsung oleh Kepala DPMDesa Jabar, Ade Afriandi.

Ade Afriandi menjelaskan bahwa TAPAL DESA merupakan sistem pendataan potensi desa berbasis digital yang dirancang khusus untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan desa secara terukur.

“TAPAL DESA memuat data spasial desa yang mengintegrasikan data kependudukan, infrastruktur, dan potensi desa secara komprehensif. Data yang akurat ini digunakan untuk proses verifikasi, validasi, serta pengambilan keputusan pembangunan desa secara sistemik dan berbasis informasi yang akurat,” jelas Ade.

Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat. KIJB 2025 tahun ini mengusung tema “Pemerataan Pembangunan untuk Mendukung Masyarakat Jawa Barat”.

Masuknya TAPAL DESA dalam jajaran inovasi terbaik menegaskan peran strategis DPMDesa Jabar dalam mendorong penguatan tata kelola desa berbasis data, yang merupakan kunci penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi daerah dalam mendukung pemerataan pembangunan.

“Inovasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, memperkuat pelayanan publik, dan menjadi pengungkit daya saing daerah di seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Erwan.

Kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Penilaian KIJB dilakukan oleh Tim Penilai Independen melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian proposal, presentasi, wawancara, hingga verifikasi lapangan.