INFOTERKINI.ID - Coventry City saat ini tengah menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim 2025/2026 di kancah EFL Championship. Mereka berhasil menduduki puncak klasemen sementara dengan raihan 83 poin dari total 40 pertandingan yang telah dimainkan.
Keberhasilan ini menempatkan The Sky Blues sebagai kandidat utama untuk mengamankan gelar juara divisi. Hasilnya, mereka semakin dekat dengan impian besar untuk kembali berlaga di kompetisi kasta tertinggi Inggris, Premier League, musim depan.
Salah satu elemen kunci di balik laju impresif klub tersebut adalah peran sentral yang dimainkan oleh gelandang bertahan asal Nigeria, Frank Onyeka. Ia telah menjadi poros utama lini tengah tim asuhan pelatih Frank Lampard.
Fakta menariknya, Onyeka baru bergabung dengan Coventry City di tengah musim, tepatnya sebagai pemain pinjaman. Ia didatangkan dari Brentford pada hari terakhir bursa transfer musim dingin, yaitu tanggal 2 Februari 2026, demikian dilansir dari idntimes.com.
Meskipun baru tiba, Onyeka langsung memberikan dampak signifikan bagi performa tim di lapangan hijau. Dalam sembilan penampilan perdananya, ia hampir selalu menjadi pilihan utama dan hanya sekali tidak masuk dalam daftar sebelas pemain awal.
Catatan waktu bermainnya selama 637 menit dalam sembilan laga tersebut membuktikan betapa vitalnya kualitas yang ia bawa ke sektor lini tengah tim. Kualitas ini sangat dibutuhkan Coventry dalam persaingan ketat Championship.
Per 3 April 2026, hanya empat pemain Coventry yang tercatat memiliki menit bermain lebih banyak daripada Onyeka. Empat pemain tersebut adalah kapten tim Matt Grimes, penjaga gawang Carl Rushworth, serta dua bek sayap, Jay Dasilva dan Milan van Ewijk.
Penampilan Onyeka menjadi sorotan utama saat Coventry menghadapi Derby County pada hari Jumat, 3 April 2026. Dalam duel krusial tersebut, Onyeka sukses menyumbangkan satu gol yang mengantarkan timnya meraih kemenangan dramatis dengan skor akhir 3-2.
Gol pembuka keunggulan Coventry tercipta pada menit ke-12 melalui sepakan indah Onyeka dari dalam kotak penalti. Gol ini tidak hanya berasal dari kemampuan ofensif, tetapi juga diawali dari keberhasilannya memutus alur serangan yang dibangun oleh lawan.