INFOTERKINI.ID - Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, mengambil sikap tegas untuk membela rekan setimnya, Alessandro Bastoni. Bek andalan tersebut belakangan ini menjadi sorotan utama dan menerima kritik tajam dari publik Italia.

Kritik ini muncul sebagai reaksi atas penampilan Timnas Italia yang gagal mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026. Sorotan negatif tersebut secara spesifik tertuju pada performa Bastoni saat menjalani laga krusial kualifikasi zona Eropa.

Martinez menilai bahwa penurunan performa adalah bagian normal dalam siklus karier setiap atlet profesional. Ia menekankan pentingnya untuk tidak menunjuk satu individu saja sebagai kambing hitam atas kegagalan tim secara kolektif.

Sebagai seorang kapten, Martinez menunjukkan kepemimpinan yang patut diacungi jempol dengan memberikan dukungan tanpa syarat. Dukungan ini sangat dibutuhkan oleh para pemain yang saat ini berada di bawah tekanan publik yang sangat besar, terutama Bastoni.

Martinez menyampaikan pandangannya mengenai dinamika performa pemain profesional. "Kami telah menghabiskan bertahun-tahun menjaga Inter di puncak dan kami tidak boleh berhenti. Kami menerima kritik, tetapi penurunan performa bisa terjadi," ujar Martinez, dilansir dari Bola.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga yang mendalam terhadap seluruh rekan setimnya di Inter Milan. Kebanggaan ini didasari oleh etos kerja keras yang mereka tunjukkan setiap hari di sesi latihan.

"Kami berlatih setiap hari untuk mendorong diri kami lebih jauh dan memberikan yang terbaik. Saya sangat bangga menyebut mereka sebagai rekan setim saya," lanjutnya, menggarisbawahi semangat kebersamaan tim.

Kritik terhadap Bastoni memuncak setelah pertandingan play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina. Dalam laga penentuan tersebut, Bastoni menerima kartu merah pada menit ke-41, membuat Italia harus bertarung dengan sepuluh pemain.

Meskipun pertandingan berakhir imbang 1-1, Italia akhirnya tersingkir setelah kalah 1-4 dalam adu penalti, menjadikan Bastoni target utama kemarahan suporter. Meskipun demikian, Martinez tetap mengapresiasi upaya keras seluruh pemain Italia.