INFOTERKINI.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Siriwini yang berlokasi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Keputusan ini diambil setelah adanya temuan serius mengenai penyalahgunaan fasilitas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyebab utama pembekuan ini adalah ditemukannya penggunaan mobil distribusi MBG yang seharusnya mengantar makanan bergizi, justru dipakai untuk mengangkut sampah. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BGN.
Informasi mengenai pelanggaran prosedur ini pertama kali dilaporkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nabire. DLH Nabire merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG di wilayah tersebut, yang kemudian meneruskan temuan tersebut ke pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BGN Pusat segera mengeluarkan surat resmi mengenai pemberhentian operasional sementara bagi dapur yang bersangkutan. Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem.
"BGN Pusat memberikan sanksi penghentian sementara karena dapur tersebut melanggar standar operasional prosedur yang telah ditetapkan," kata Marsel Asyerem, sebagaimana dikutip dari Antara pada Sabtu (28/3/2026).
Marsel Asyerem menegaskan bahwa mobil boks yang seharusnya didedikasikan untuk distribusi makanan MBG tidak boleh dialihfungsikan untuk keperluan lain, termasuk pemindahan sampah. Mobil tersebut merupakan aset penting dalam menjaga rantai pasok program tersebut.
Koperasi Kana Membuka Lembaran Baru: Dari UKM Menuju Korporasi Rakyat Berkapasitas Eksponensial
Lebih lanjut, Marsel menjelaskan status mobil operasional tersebut. "Mobil operasional ini meski disediakan oleh mitra namun disewa oleh BGN untuk mendistribusikan makanan MBG, sehingga harus digunakan sesuai peruntukan dan mematuhi SOP," ujarnya.
Sebagai syarat pencabutan sanksi penangguhan operasional, pihak pengelola dapur diwajibkan untuk segera membuat dokumen formal. Pihak dapur harus menyusun surat pernyataan yang berisi komitmen kuat untuk tidak mengulangi pelanggaran serupa di masa mendatang.
BGN juga mengumumkan bahwa mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh dan investigasi lebih lanjut terkait insiden penyalahgunaan fasilitas ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi.