JABARONLINE.COM – Dunia jurnalistik kembali menghadapi tantangan serius. Dua wartawan media online di Indramayu diduga mengalami intimidasi dan perlakuan tidak kooperatif saat meliput proyek rehabilitasi jalan (hotmix) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu.

Peristiwa ini terjadi saat kedua wartawan menjalankan tugas peliputan proyek hotmix di sekitar Jembatan Alun-alun, yang merupakan area vital di jantung Kota Indramayu. Proyek tersebut diduga dikerjakan oleh CV. Tiga Utama.

Dua wartawan yang menjadi korban adalah Moh. Guntur dari Metroonline dan Rochmanto dari Media Rakyat Nusantara.

Ancaman dan Sikap Arogan

Moh. Guntur mengaku mendapatkan perlakuan intimidatif dari oknum pihak kontraktor saat proses peliputan berlangsung. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas.

Dalam rekaman tersebut, oknum yang diduga kuat sebagai kontraktor proyek terlihat bersikap arogan dan mengancam hendak merusak alat kerja wartawan.

"Kenapa foto-foto, nanti saya banting HP-nya," ujar seseorang yang diduga oknum kontraktor tersebut, sebagaimana terekam dalam video.

Selain ancaman fisik terhadap properti, oknum tersebut juga menunjukkan gestur tidak menyenangkan, termasuk gertakan dengan wajah sinis dan mata melotot. Ketika Guntur menanyakan identitas dan peran orang tersebut dalam proyek, oknum kontraktor itu justru balik menanyakan, "Kamu dari mana, dari media apa?"

Transparansi Proyek Dipertanyakan