JABARONLINE.COM - Insiden kecelakaan jetski yang merenggut nyawa wisatawan asing di Pantai Bupalo terus menuai reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, sorotan datang dari kalangan pemuda Palabuhanratu yang menilai peristiwa tersebut sebagai sinyal darurat bagi tata kelola pariwisata bahari di Kabupaten Sukabumi.

Ketua Forum Pemuda Palabuhanratu (FPP), Friady Mahyuzar, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan biasa. Menurutnya, tragedi itu mencerminkan lemahnya pengawasan dan berpotensi merusak reputasi kawasan wisata strategis 

Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.

“Ini pukulan serius bagi pariwisata Sukabumi. Ketika aktivitas wisata berisiko tinggi tidak diimbangi standar keselamatan yang ketat, maka kepercayaan wisatawan-terutama mancanegara-akan runtuh,” ujar Friady.

Ia mendesak pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh operator wahana wisata air, khususnya jetski. 

Menurutnya, audit harus dilakukan secara terbuka agar publik mengetahui apakah pengelola telah memenuhi seluruh kewajiban perizinan dan standar keselamatan.

“Harus jelas, mana yang patuh aturan dan mana yang hanya beroperasi demi keuntungan tanpa memperhatikan aspek keselamatan. 

Jangan ada toleransi terhadap usaha yang belum memenuhi syarat,” tegasnya.

Friady menilai, bila nantinya ditemukan operator yang menjalankan usaha tanpa kelengkapan izin atau mengabaikan prosedur keselamatan, maka hal tersebut merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa dimaafkan.