INFOTERKINI.ID - Permasalahan regulasi pemain asing di liga-liga Eropa kini menjadi perhatian utama dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Beberapa pemain yang telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) menghadapi hambatan signifikan saat berkarier di Eropa.

Fokus utama permasalahan ini terletak pada Eredivisie, kasta tertinggi sepak bola Belanda. Empat penggawa Timnas Indonesia yang kini bermain di sana dilaporkan terhambat oleh aturan ketat terkait status kewarganegaraan mereka.

Pemain yang dimaksud meliputi Dean James dari klub Go Ahead Eagles, Justin Hubner yang bermain untuk Fortuna Sittard, Nathan Tjoe-A-On di Willem II, serta Tim Geypens dari FC Emmen. Mereka semua sebelumnya berstatus warga negara Belanda.

Ketika keempat pemain tersebut memutuskan untuk berganti status menjadi WNI, mereka secara otomatis dianggap sebagai pemain asing oleh otoritas liga Belanda. Hal ini memaksa mereka tunduk pada regulasi pemain non-Uni Eropa yang diterapkan Eredivisie.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai perkembangan individu para pemain tersebut. Jam terbang dan intensitas bermain yang terhambat sangat krusial untuk menjaga performa mereka demi kepentingan Tim Nasional Indonesia.

Lebih jauh, kondisi ini juga berpotensi menutup pintu bagi talenta-talenta muda Indonesia lainnya yang bercita-cita meniti karier di benua Eropa. Setiap liga di Eropa memiliki kebijakan berbeda terkait kuota pemain non-lokal.

Dilansir dari Transfermarkt.com, Liga Primer Inggris tidak memiliki batasan jumlah pemain asing total, namun klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 17 pemain non-lokal dari total 25 pemain dalam skuad. Seorang pemain dianggap lokal jika sudah berasosiasi dengan FA minimal tiga tahun sebelum usia 21 tahun.

Sementara itu, Serie A Italia menerapkan sistem kuota pemain non-Uni Eropa, di mana delapan dari 25 pemain skuad wajib merupakan pemain yang dilatih di Italia, dengan empat di antaranya harus berasal dari sistem pembinaan klub itu sendiri.

Di Spanyol, klub hanya diperbolehkan merekrut maksimal tiga pemain dari luar Uni Eropa, sementara pemain dari negara anggota UE tidak dikenakan batasan kuota sama sekali. Aturan ini sangat memengaruhi rekrutmen pemain dari luar Eropa.