KILASBERITA.ID, Yogyakarta – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa seluruh unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang untuk memenuhi kebutuhan utama masyarakat desa secara lengkap dan dekat.

Kopdes Merah Putih akan menghadirkan berbagai layanan ekonomi mulai dari gerai sembako, obat murah, layanan klinik kesehatan, hingga unit simpan pinjam. Selain itu, koperasi ini juga mengelola pergudangan dan distribusi logistik, serta dapat membuka usaha lain sesuai potensi lokal seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga pariwisata.

“Intinya, koperasi desa menjadi pusat layanan ekonomi yang lengkap dan dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak Hipmi Yogyakarta bersinergi untuk memperkuat keberadaan Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry Juliantono dalam Forum Bisnis Daerah 2026 yang diselenggarakan DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DI Yogyakarta, Sabtu (7/1/2026).

Produk Hipmi Diprioritaskan Masuk Kopdes Merah Putih

Dalam kesempatan itu, Menkop memastikan bahwa produk-produk unggulan dari Hipmi Yogyakarta akan diprioritaskan untuk mengisi rak-rak Kopdes Merah Putih.

“Bersama Hipmi, kita akan kurasi produk-produk lokal Yogyakarta dan merek-merek lokal lainnya agar bisa secepatnya mengisi barang-barang di Kopdes Merah Putih,” tambahnya.

Menkop menekankan, pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator dalam memberikan dukungan bagi koperasi sebagai inti ekosistem ekonomi desa, sekaligus membangun kolaborasi dengan mitra strategis untuk menciptakan koperasi modern yang adaptif.

Memotong Rantai Pasok, Tingkatkan Kesejahteraan Desa

Lebih jauh, Ferry menyoroti terobosan Kopdes Merah Putih yang dirancang untuk memotong rantai pasok yang panjang dan mahal, sehingga nilai tambah tidak lagi berhenti pada perantara, tetapi kembali kepada produsen dan masyarakat desa.