INFOTERKINI.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, angkat bicara mengenai evaluasi yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait kemajuan program pembangunan perumahan nasional. Sosok yang akrab disapa Ara ini menegaskan kesiapannya untuk memacu kinerja kementerian yang dipimpinnya.

Dilansir dari Detikcom, Maruarar Sirait menyatakan bahwa Kementerian PKP harus segera meningkatkan intensitas kerja demi merealisasikan target ambisius Program 3 Juta Rumah. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas evaluasi kritis dari kepala negara.

"Ya, kita mesti bekerja lebih keras lagi. Kita mesti berusaha lebih keras lagi," ujar Ara saat diwawancarai awak media di Kantor BP Tapera, Jakarta Selatan, pada Selasa 17 Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar usai memimpin agenda Sosialisasi Rancangan Keputusan Menteri PKP mengenai pembangunan rumah susun (rusun) subsidi. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menetapkan target spesifik untuk tahun berjalan.

Kementerian PKP menargetkan tercapainya akad untuk 50.000 unit rusun subsidi sepanjang tahun 2026. Target ini terdiri dari 10.000 unit yang statusnya sudah tersedia dan 40.000 unit lainnya yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.

"Jadi ada 50.000 yang tolong digenjot habis," tegas Ara saat menggarisbawahi pentingnya pencapaian target rusun subsidi tersebut.

Ara menjelaskan bahwa efektivitas kinerja kementeriannya terus diawasi secara ketat oleh berbagai pihak. Pengawasan ini melibatkan Presiden, DPR, hingga Badan Pusat Statistik (BPS), yang datanya diharapkan menjadi pemicu percepatan kerja.

Selain fokus pada akselerasi pembangunan fisik, pemerintah juga berencana mengesahkan Keputusan Menteri PKP mengenai regulasi rusun subsidi tersebut pada akhir Maret 2026. Regulasi baru ini mencakup penyesuaian penting seperti masa tenor, suku bunga, dan harga jual unit hunian.

Sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, sempat mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat menanyakan progres penyediaan tiga juta rumah per tahun. Presiden menilai kecepatan realisasi program tersebut belum signifikan.