INFOTERKINI.ID - Pertandingan persahabatan internasional antara Senegal dan Peru dijadwalkan akan memikat perhatian publik sepak bola dunia pada 28 Maret 2026 mendatang, bertempat di ikonik Stade de France, Paris. Duel ini diselenggarakan pukul 23.00 WIB dan dianggap penting bagi kedua negara untuk mengukur kekuatan mereka.

Bagi Senegal, laga ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan respons positif menyusul insiden kontroversial yang mengakibatkan pencabutan gelar juara Africa Cup of Nations (AFCON) 2025 mereka. Momentum ini menjadi babak baru bagi Lions of Teranga.

Dilansir dari SuaraGlobal.id, Senegal tetap mengagendakan parade trofi sebagai bentuk protes simbolis meskipun gelar AFCON 2025 mereka telah dicabut secara administratif. Langkah ini menunjukkan keteguhan tim tersebut.

Secara performa, Senegal tengah berada di puncak kepercayaan diri dengan raihan enam kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka di berbagai ajang. Salah satu performa terbaik mereka adalah pembantaian 8-0 atas Kenya pada November 2025.

Selain itu, Senegal juga mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam kualifikasi Piala Dunia saat ini, dengan catatan tujuh kemenangan dan tiga kali hasil imbang. Tren positif ini menjadi modal utama menjelang laga persahabatan di Eropa.

Di kubu lawan, Peru datang ke Paris dengan tantangan regenerasi skuad yang sedang berjalan, terutama setelah mereka gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. Peru hanya mampu mengumpulkan 12 poin dari 18 pertandingan di babak kualifikasi CONMEBOL.

Meskipun demikian, Peru berhasil mengakhiri tren negatif mereka dengan kemenangan tipis 2-0 atas Bolivia pada Desember 2025. Kemenangan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi skuad asuhan pelatih mereka.

Senegal dipastikan akan tampil tanpa bintang mereka, Sadio Mane, yang sedang mengatasi cedera pergelangan kaki, sehingga beban mencetak gol kini beralih kepada Ismaila Sarr. Kekuatan inti Senegal terletak pada intensitas fisik lini tengah mereka yang solid.

Peru, yang mengandalkan Andre Carrillo di lini depan dalam upaya regenerasi, justru menghadapi masalah signifikan di sektor pertahanan mereka yang dinilai menjadi titik lemah utama tim.