JABARONLINE.COM - Di tengah kemajuan teknologi perikanan dan penerangan yang kian canggih, sebuah lampu perahu pancing lawas dari era 1980 an masih tersimpan rapi di sebuah rumah di kawasan pesisir dekat gadobangkong kelurahan palabuhanratu kecamatan palabuhanratu kabupaten Sukabumi. 

Lampu itu dikenal dengan nama patromak, alat penerangan yang dahulu menjadi andalan nelayan sebelum listrik masuk ke kampung kampung.

Patromak tersebut merupakan peninggalan almarhum ayah, seorang nelayan tempo dulu. Hingga kini, lampu itu masih disimpan dan dirawat sebagai kenang kenangan masa kecil sekaligus saksi perjuangan hidup keluarga nelayan di masa lampau.

“Ini patromak peninggalan almarhum bapa saya. Dari dulu sampai sekarang masih saya simpan. Tidak dijual, karena ini kenangan orang tua,” ujar Toing, Jum’at (23/1/2026).

Toing mengenang, pada sekitar tahun 1980 an, wilayah tempat tinggalnya belum dialiri listrik. Rumah rumah warga masih berbentuk panggung dan sebagian besar menggunakan lampu centir sebagai penerangan. 

Namun, keluarganya sudah menggunakan patromak yang cahayanya jauh lebih terang.

“Dulu orang lain pakai centir, kalau di rumah saya pakai patromak. Waktu itu harganya sekitar Rp15 ribu. Sumbu lampunya beli sekitar 50 perak,” kenangnya.

Selain digunakan sebagai penerangan rumah, patromak juga kerap dipakai saat melaut. Cahaya terang dari lampu tersebut dipercaya mampu membantu nelayan saat memancing di malam hari. 

Toing pun mengaku masih menyimpan berbagai alat pancing lama peninggalan ayahnya.