INFOTERKINI.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjukkan sikap tegas dalam menyuarakan dukungan moral bagi bangsa Iran di tengah memanasnya situasi konflik regional yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Dukungan ini disampaikan langsung dalam sebuah kunjungan resmi ke kedutaan besar Iran di Jakarta.

Kunjungan simbolis tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi. Pertemuan penting ini berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 27 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, PBNU menekankan pentingnya upaya diplomasi kemanusiaan untuk meredakan ketegangan yang kian meningkat. Hal ini sejalan dengan peran historis NU sebagai organisasi masyarakat yang konsisten menyuarakan nilai-nilai perdamaian global.

Ketua PBNU bidang terkait, Rumadi Ahmad, mengungkapkan bahwa Gus Yahya secara personal menyampaikan doa agar eskalasi konflik segera mencapai titik akhir. "Gus Yahya menyampaikan bahwa hati dan pikiran beliau adalah untuk mendoakan bangsa Iran. Tentu, beliau ingin perang ini segera berakhir," kata Rumadi Ahmad usai pertemuan tersebut, seperti dikutip dari Cahaya.

Rumadi Ahmad juga menyoroti bahwa dampak dari konflik internasional tersebut mulai terasa hingga ke tingkat global, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, PBNU mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah Indonesia dan Republik Islam Iran guna memitigasi potensi dampak negatif yang timbul.

Lebih lanjut, Gus Yahya menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tidak akan berhenti menyuarakan kampanye perdamaian dan menghentikan segala bentuk peperangan. Ia menekankan bahwa pemulihan ketertiban dunia harus menjadi prioritas utama bersama.

"Kampanye perdamaian dan stop perang akan terus menerus disuarakan NU," kata Gus Yahya melalui keterangan resmi yang dilansir dari NU Online. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi NU dalam mendorong resolusi damai dalam setiap dinamika geopolitik.

Duta Besar Iran, Mohammed Boroujerdi, menyambut baik inisiatif yang ditunjukkan oleh Nahdlatul Ulama ini. "Kunjungan ini sangat berarti bagi bangsa Iran," ujar Dubes Iran sebagai respons atas dukungan moral yang diberikan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pengurus teras PBNU lainnya, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal Najib Azca dan A Ginanjar Syaban. Kunjungan ini menegaskan peran strategis organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat pesan kemanusiaan di tengah isu-isu internasional yang sensitif.