JABARONLINE.COM — Aksi protes warga Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kian terbuka. Puluhan warga memasang spanduk bernada keras di depan rumah mereka yang rusak parah akibat pergerakan tanah.

Spanduk tersebut terpasang mencolok di depan sebuah rumah bercat hijau tua yang dipenuhi retakan. Kalimat yang tertulis pun menggugah nurani, 

“Kapan Kami Direlokasi? Apa Nunggu yang Mati Dulu?” 

Menjadi luapan kekecewaan warga atas ketidakpastian penanganan pascabencana.

Hasim, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Posko Bencana Kampung Gempol tahun 2024, menyatakan bahwa kondisi warga saat ini sangat memprihatinkan. 

Menurutnya, sejak bencana terjadi, janji relokasi belum juga terwujud hingga akhir 2025.

“Rumah-rumah ini sudah tidak aman. Retakan makin lebar, apalagi kalau hujan. Warga bertahan bukan karena mau, tapi karena tidak ada pilihan,” ujar Hasim saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/12/2025).

Puluhan kepala keluarga masih menghuni bangunan yang secara kasat mata telah mengalami kerusakan struktural. Dinding, lantai, hingga tiang rumah menunjukkan tanda tanda pergeseran tanah yang terus berlanjut dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Hasim juga mengungkapkan bahwa sebagian warga sempat mengungsi dan dijanjikan bantuan biaya sewa rumah. Namun bantuan tersebut dinilai tidak berjalan maksimal, sehingga banyak warga akhirnya kembali ke rumah yang sudah dinyatakan rawan.