JABARONLINE. COM, – Warga Cileungsi dan sekitarnya berharap pemerintah daerah dapat mengupayakan skema hak guna pakai terhadap Jalan Sawit, jalur penghubung antara Kecamatan Cileungsi dan Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Jalan yang berada di wilayah Desa Mampir dan Desa Dayeuh itu dinilai penting sebagai akses alternatif antarwilayah.
Sejumlah warga menyebut Jalan Sawit kerap dimanfaatkan sebagai jalur alternatif menuju Jonggol, terutama saat ruas jalan utama Metland Cileungsi mengalami kepadatan lalu lintas.
“Kalau jalan utama Metland lagi macet parah, biasanya lewat situ sebagai jalan alternatif,” ujar Rizki, warga Kecamatan Gunung Putri. Kepada Jabaronline.com, Kamis (8/1).
Warga Desa Mampir, Diki, menambahkan bahwa jalan tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan dua kecamatan. Ia menyebut akses itu lebih dekat bagi warga Klapanunggal yang hendak menuju Cileungsi.
“Itu jalan penghubung dua kecamatan antara Cileungsi dan Klapanunggal. Dari Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, ke Cileungsi lebih dekat lewat situ,” kata Diki.
Namun, hingga kini jalan tersebut belum dapat disentuh perbaikan karena status kepemilikannya yang bukan aset pemerintah. Warga pun berharap pemerintah daerah dapat menjalin komunikasi dengan pihak pemilik jalan agar dapat dilakukan kerja sama hak guna pakai.
Warga Nilai Skema Hak Guna Pakai Jadi Solusi, Jalan Sawit Cileungsi–Klapanunggal Dinilai Strategis
“Harapannya ada solusi, mungkin lewat hak guna pakai, supaya pemerintah bisa melakukan perbaikan dan penataan,” ujar Diki.
Warga menilai, jika skema tersebut terealisasi, Jalan Sawit dapat dikelola secara optimal untuk menunjang mobilitas masyarakat lintas kecamatan.