INFOTERKINI.ID - Tim Nasional Indonesia mengakhiri perjuangan mereka di babak final FIFA Series 2026 Grup Indonesia dengan hasil yang kurang memuaskan. Mereka menelan kekalahan tipis dengan skor akhir 0-1 saat berhadapan dengan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Gol semata wayang yang menentukan kemenangan tim tamu dicetak oleh Marin Petkov melalui eksekusi tendangan penalti pada menit ke-38 pertandingan. Keputusan penalti tersebut diberikan oleh wasit Nazmi Nasaruddin setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR) atas insiden pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov.
Dilansir dari Antara, skuad asuhan pelatih John Herdman sejatinya menunjukkan dominasi permainan sejak awal laga dimulai. Mereka berupaya keras menekan lawan dengan memanfaatkan lebar lapangan dan mencoba mengimbangi kekuatan fisik yang dimiliki tim asal Eropa tersebut.
Meskipun demikian, Bulgaria menerapkan strategi bertahan yang sangat pragmatis dengan mengandalkan formasi low block yang disiplin. Taktik ini berhasil memadamkan sebagian besar alur serangan balik cepat yang dikembangkan oleh Timnas Indonesia.
Upaya penyamaan kedudukan terus dilakukan Indonesia di paruh kedua, termasuk pergantian pemain yang dilakukan John Herdman. Ivar Jenner dimasukkan untuk menggantikan Ramadhan Sananta dengan tujuan memperkuat sektor lini tengah Garuda.
Pada menit ke-58, terjadi pergantian krusial lainnya dengan masuknya Elkan Baggott dan Eliano Reijnders ke dalam lapangan. Indonesia nyaris mencetak gol penyeimbang melalui sundulan Baggott menyambut lemparan ke dalam dari Kevin Diks, namun peluang itu berhasil digagalkan barisan pertahanan lawan.
Peluang emas yang sangat signifikan tercipta pada menit ke-72 melalui aksi Ole Romeny. Setelah menerima umpan panjang terukur, Romeny melepaskan tembakan cungkil indah yang sayangnya masih membentur mistar gawang Bulgaria yang dijaga oleh kiper Dimitar Mitov.
Minat dan antusiasme suporter Garuda tetap membara meskipun kondisi cuaca di sekitar Senayan tidak bersahabat. Hujan deras yang mengguyur kawasan GBK tidak mengurangi semangat para pendukung untuk hadir memberikan dukungan langsung di stadion.
Salah satu pendukung setia, Amar yang berusia 21 tahun, mengungkapkan dedikasinya untuk tetap datang meski harus menghadapi kemacetan dan curah hujan tinggi. "Namanya mendukung Indonesia itu harus selalu di hati. Jadi gimana pun caranya, mau hujan maupun panas, Indonesia itu selalu di hati," ujar Amar saat ditemui di sekitar area GBK.